Manajemen Qolbu

Dalam Kondisi Apapun Kita Harus Mensyukuri Nikmat Dari-Nya

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai’iin.

Saudaraku yang baik, semua orang yang sangat mendambakan hidup yang penuh kenikmatan, hidup yang mulia. Hidup di dunia harus siap dengan nikmat yang sedikit dan sebentar, karena nikmat yang langgeng hanya ada di akhirat. Hilangnya nikmat adalah ketika kita tidak pandai bersyukur.

Ada yang menganggap, nikmat datang dari makanan yang enak, atau dari kasur yang empuk. Ada juga yang menganggap, nikmat itu adalah ketika kita memiliki segala kemudahan dalam hidup. Dan, ternyata Allah memberikan rasa nikmat itu sedikit dan cuma sebentar. Lalu, bagaimana nikmat itu terus dirasakan?

Rahasia panjangnya nikmat bukanlah pada kenikmatan itu, melainkan pada rasa syukurnya. Dan dalam Al-Quran, Allah telah memberitahukan kepada kita rahasia nikmat ini, bahwa jika kita bersyukur atas nikmat yang telah diberi, Allah berjanji akan menambah nikmat itu, atau malah memberi nikmat yang lain yang tidak pernah kita sangka. Itulah kuncinya. Jadilah ahli syukur atas semua nikmat, apa saja yang disebut nikmat, mudah-mudahan dengan begitu Allah akan menambah nikmatnya. Amiin.

Masih ingatkah, kisah kabayan yang pandai bersyukur? Ia baru membeli motor, lalu ditinggal sebentar di depan rumah karena ia hendak memanggil istrinya. Ternyata setelah ia kembali, motor barunya hilang. Tapi anehnya, ia malah bersyukur. Mengapa? Karena kabayan berpikir kalau saja ia masih berada di motor saat itu, pasti ia akan ikut hilang, diambil pencuri.

Ataukah, si fulan saat pergi ke restauran, misalnya, ia memesan makanan yang harga seporsinya sebesar 200.000,-. Restauran itu sebenarnya terkenal paling enak, sehingga ia sangat menunggu-nunggu makanan yang akan disajikan. Nah, ketika makanan datang, dagingnya kurang empuk, lalu dipinggir piring ada sehelai rambut yang jatuh. Kondisi ini dapat membuat perasaan tidak enak ketika makan, yang ada malah perasaan dongkol, marah kepada pelayan dan pasti suasana hatinya tidak nyaman lagi.

Berbeda halnya dengan orang yang pandai bersyukur, makanan dengan garam pun ia sangat menikmatinya. Ia bersyukur masih bisa makan, masih mempunyai mulut, lidah dan organ yang dapat membuat ia mampu makan. Ia percaya inilah rezekinya dari Allah.

Nikmat mempunyai harta bagus, dapat membuat diri stress, satpam disewa selama 24 jam, alarm berbunyi terus. Tegang saja hidupnya. Termasuk merokok, orang yang merokok itu sangat menderita, malam-malam mencari rokok. Ia diperbudak nikmat rokok. Artinya, dalam kondisi apapun kita harus mensyukuri nikmat dari-Nya.

Jadi, kalau ingin menikmati hidup ini, berpindahlah dari menikmati nikmat menjadi mensyukuri nikmat yang ada. Dari menikmati benda menjadi bersyukur kepada pemberi benda. Kita pun harus berlatih memberi nikmat kepada orang lain, jangan hanya menikmati sendiri. Wallahu’alam.

Sumber : Manajemen qolbu.com

About rengkodriders

Sebaik-baik Manusia adalah Manusia yang bermanfaat bagi Orang Lain

Diskusi

Satu respons untuk “Dalam Kondisi Apapun Kita Harus Mensyukuri Nikmat Dari-Nya

  1. Oleh karena itu kunci kesuksesan hidup manusia ada 3
    Muda pesta pora, Tua kaya raya, Meninggal masuk surga
    Jika kita dapat mencapai ketiga hal tersebut, maka kita termasuk orang yang sukses dunia akhirat
    http://necel.wordpress.com/2011/11/11/mengenal-yamaha-m1-saingan-rc212v/

    Posted by necel | November 11, 2011, 1:50 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip Full…

Blog Stats

  • 2.593.433 hits

Map

free counters

Now Online

Blog sobat

Awas!!! virus piala dunia

Nilai Blog Ini

My site is worth$1,763.4Your website value?