Manajemen Qolbu

Meraih Prestasi Dengan Keteladanan

“Ya ayyuhal ladziina aamanuu limaa taquuluuna maa laa taf’aluun. Kabura maqtan ‘indallahi an taquuluuna maa laa taf’aluun.”

Artinya : Hai orang – orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar Kebencian di Sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS. Ash-Shaft(61):2-3)

“La qad kaana lakum fii rasuulillaahi uswatun hasanatul li man kaana yarjul laaha wal yaumal aakhira wa dzakaral laaha katsiraa.”

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu bagi orang yang mengaharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzaab/33 : 21)

Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah mencintai ketika salah seorang kamu sekalian beramal, maka ia menyempurnakannya). (HR. Tabrani)

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad waala aalihi washaabihii ajmai’iin.

Saudaraku yang budiman, Semoga Allah yang Maha Tahu keadaan kita, memilih kita menjadi contoh kebaikan. Karena setiap orang meniru kebaikan yang kita lakukan. Maka, selain kita mendapat pahala, kitapun berbahagia melihat orang lain berubah, keluarganya berubah, anak-anaknya berubah. Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan yang menjadi contoh keburukan karena alangkah sedihnya menjadi buruk dan sengsara karena meniru kita.

Oleh karena itu, keteladanan dalam Islam menjadi kunci, kita ingin semua berubah, tapi tidak ada perubahan tanpa keteladanan, barangsiapa merindukan umat berubah, pertanyaannya, kita memberi teladan apa? Dan kalau kita merindukan bangsa ini berubah, maka pertanyaannya sejauh mana keteladanan di negeri ini?

Maka, sebaik-baiknya perkataan adalah keteladanan. Karena, keteladanan lebih bermakna daripada berjuta kata. Seorang ayah yang dibutuhkan bukan kata-kata kerasnya, bukan tegurannya tapi keteladanannnya. Karena itulah, yang terekam tidak hanya oleh mata tapi telinga, perasaan. Juga, di sekolah yang dibutuhkan itu keteladanan seorang guru, apalah artinya, kita mengajarkan tepat waktu dan sang guru terlambat. Dimana saja yang dibutuhkan adalah keteladanan, ada baiknya kita renungkan salah satu krisis di negara kita adalah krisis keteladanan.Wallahu’alam bis shawab.


Sumber : Manajemen qolbu.com (Penulis KH. Abdullah Gymnastiar)

Iklan

About rengkodriders

Sebaik-baik Manusia adalah Manusia yang bermanfaat bagi Orang Lain

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Full…

Blog Stats

  • 2,220,348 hits

Map

free counters

Now Online