Artikel Mesin

Bulldozer

Pengertian

Alat ini merupakan alat berat yang sangat kuat untuk pekerjaan penggalian tanah (excavator), mendorong tanah, menggusur tanah (dozer), membantu pekerjaan alat-alat muat, dan pembersihan lokasi (land clearing).

Kegunaan

Kegunaan Buldoser sangat beragam antara lain untuk:
– Pembabatan atau penebasan (cleraring) lokasi proyek.
– Merintis (pioneering) jalan proyek.
– Gali/ angkut jarak pendek.
– Pusher loading.
– Menyebarkan material.
– Penimbunan kembali.
– Trimming dan sloping
– Ditching
– Menarik
– Memuat.

Sebagai alat pembabat atau penebang, Buldoser mampu membersihkan lokasi dari semak-semak, pohon besar/ kecil, sisa pohon yang sudah ditebang, menghilangkan/ membuang bagian tanah atau batuan yang menghalangi pekerjaan pekerjaan selanjutnya. Seluruh pekerjaan ini dapat dikerjakan sebelum pemindahan
tanah itu sendiri dilakukan atau dikerjakan bersama-sama.

Pembabatan ada beberapa cara, tergantung dari keadaan lapangan; bila daerah itu hanya ditumbuhi semak dan pohon kecil dengan diameter yang kurang dari 10 cm, cukup langsung didorong. Kalau diameternya agak besar (10 cm < Æ < 25 cm) dan akarnya kokoh, ada dua cara untuk merobohkannya.
– Didorong bebarapa kali dengan perlahan supaya bagian pohon yang kering gugur, lalu didorong secara mendadak dengan sedikit mengangkat sudunya sampai pohon roboh.
– Pohon dilingkari dengan rantai lalu ditarik oleh dia buah Buldoser. Jika diameter pohon itu lebih besar dari 25 cm, ada tiga cara yang dapat dilakukan.
– Tanah disekeliling pohon digali supaya akar-akarnya putus, lalu pohon didorong.
– Bila pohon tidak roboh, pohon dililit dengan rantai lalu ditarik Buldoser, tetapi jika di lokasi terdapat dua atau tiga Buldoser, lebih baik jika ditarik dengan Buldoser pada arah masing-masing mendorong agar supaya lebih aman.
– Jika dengan cara-cara di atas pohon itu tetap tidak roboh, batang digergaji, kemudian tunggulnya diangkat dengan peledakan.

Jika di lokasi proyek terdapat bongkahan batu besar yang mengganggu pekerjaan, maka batu harus  dicongkel dan didorong dari sebelah luar sedikit demi sedikit, sehingga akhirnya sampai pada batas luar daerah kerja. Jika batu tersebut ada disebuah lembah, maka lerengnya harus digali dulu agar tidak terlalu curam, sebab ada kemungkinan Buldoser akan terbalik.

Pioneering atau pekerjaan perintisan merupakan kelanjutan dari pekerjaan pembabatan/ penabasan. Pekerjaan merintis meliputi: pekerjaan perataan tanah, pembuatan jalan darurat untuk transportasi alat mekanis, dan jika perlu adalah pembuatan saluran air untuk drainase tempat kerja.

Gali/ angkut jarak pendek adalah menggali lalu mendorong tanah galian itu ke suatu tempat tertentu, misalnya pada pembuatan jalan raya, kanal, dan sebagainya. Bila kondisi jalan tidak licin, penggunaan Buldoser roda karet akan lebih efisien.

Jika dibandingkan dengan cara pemindahan tanah yang lain, pada tahap-tahap tertentu cara gali/ angkut menggunakan Buldoser tidak selalu ekonomis; penggunaan Buldoser untuk gali angkut sangat efisien jika:

(1) jarak dorong Buldoser roda besi < 200 ft, dan untuk roda karet < 400 ft, pemakaian lebih dari itu sangat tidak efisien, dan

(2) volume material yang akan dipindahkan tak lebih dari 500 m3; jika lebih dari itu penggunaan Buldoser perlu dipertimbangkan lagi.

Pusher loading adalah membantu Power Scrapper konvensional (standar) dalam mengisi muatan. Bantuan Buldoser itu diperlukan untuk menambah tenaga agar diperoleh kecepatan pengisian yang lebih tinggi.

Menyebarkan material, maksudnya adalah menyebarkan tanah ke tempat-tempat tertentu denganketebalan yang dikehendaki; misalnya material yang ditumpuk disuatu tempat oleh truck atau alat angkut lainnya.

Penimbunan kembali, merupakan pekerjaan penimbunan kembali terhadap bekas lubang-lubang galian seperti menutup kembali gorong-gorong di bawah tanah, penimbunan lubang fondasi atau tiang penyangga bangunan besar (jembatan, menara beton, dan lain-lain), dan menutup kembali pipa minyak, pipa gas alam, atau pipa air minum bila sudah terpasang.

Trimming dan Sloping, yaitu pekerjaan pembuatan kemiringan tertentu pada suatu tempat; misalnya tanggul, dam, kanal besar, tepi jalan raya, dan sebagainya. Pekerjaan ini hanya dapat dilakukan oleh operator yan sudah berpengalaman, lebih lebih jika sudut kemiringannya besar, sebab ada kemungkinan Buldoser tergelincir ke bawah.

Ditching, adalah kegiatan menggali saluran/ selokan/ kanal yang penampangnya berbentuk U atau V.

Menarik (Winching), yaitu pekerjaan untuk menarik benda-benda berat atau peralatan mekanis yang sedang rusak, agar dapat dipindahkan ke tempat yang diinginkan.

Memuat menggunakan Buldoser diperlukan pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya medan dengan topografi tertentu truck tak dapat langsung dikendarai menuju lokasi. Buldoser dapat digunakan untuk memuat truck tersebut.

Bentuk Sudu/ Bilah/ Blade

Sudu/ Bilah/ Blade pada Buldoser bentuknya tergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan oleh Buldoser itu. Jenis Sudu ada 10 macam: (a) U-Blade, (b) Straight Blade, (c) Angling Blade, (d) Cushion Blade, (e) Power Angle and Tild Blade, (f) AEM U Blade, (g) K/ G Blade, (h) Landfill Blade, (i) V-Tree Cutter Blade, (j) Rake Blade.

a. U-Blade
Sudu ini sangat efisien untuk memindahkan material dalam jumlah besar dengan jarak dorong yang besar, misalnya pada pekerjaan-pekerjaan reklamasi, penggusuran lapisan top soil. Di samping itu sudu bentuk ini dapat pula digunakan untuk mengumpulkan material disekitar stack pile dan membantu alat muat dalam
pengisian ke hopper (gerobak, biasanya digunakan pada tambang-tambang batu bara untuk mengangkat batu bara). Bentuk sudu seperti Gambar: 3.1.a.

Gambar a. Buldoser dengan Sudu U-Blade

b. Straight Blade (S-Blade)

Sudu jenis ini khusus digunakan untuki menggali atau mendorong material berat yang memerlukan tenaga dorong yang cukup besar. Ukuran S-Blade jebih kecil dari U-Blade, sehingga lebih mudah digerakkan. S-Blade (Gambar: 3.1. b) juga sangat cocok untuk menagani material-material yang tersebar.

Gambar b. Buldoser dengan Sudu S-Blade

c. Angling-Blade (A-Blade)

Dirancang untuk dipergunakan pada pembuangan material ke arah samping, misalnya pada perintisan jalan, pengisian kembali material ke tempat semula, pembuatan parit dan sebagainya. (Gambar 3.1.c)

Gambar c. Buldoser dengan Sudu Angling-Blade (A-Blade)

d. Cushion Blade (C-Blade)

Cushion Blade (Gambar: 3.1.d.) digunakan untuk pekerjaan cut maintenance dan pekerjaan penggusuran, di samping itu dapat digunakan untuk pemuatan Power Scrapper dengan cara mendorong.

Gambar d. Buldoser dengan Sudu Cushion-Blade (C-Blade)

 

e. Power Angle and Tilt Blade (PAT-Blade)

Dirancang untuk pekerjaan penyebaran dan perataan tanah, pengisian kembali material landscaping, dan pembersihan tanah. Blade jenis ini dapat diatur pemakaiannya dengan melakukan pengangkatan maupun memiringkan ke arah kanan atau kiri. Bentuk PAT-Blade seperti pada Gambar: 3.1.e

Gambar e. Buldoser Dengan Sudu Power Angle and Tilt-Blade (PAT-Blade)

f. AEM U-Blade

Merupakan pengembangan dari U-Blade, sehingga dapat digunakan untuk memindahkan material dengan volume yang lebih besar.

Gambar f. Bentuk Sudu AEM U-Blade

g. K/G Blade

Khusus digunakan untuk beberapa pekerjaan pembersihan tanah, seperti membabat semak-semak,  menebas pepohonan, menimbun pohon-pohon sisa penebasan, membuat saluran penirisan, dan juga mampu untuk memadamkan timbunan kayu kayu kering.

Gambar g. Buldoser dengan Sudu K/ G-Blade

h. Landfill Blade

Dirancang untuk menangani material bangunan dan material lapisan penutup bagian atas; bilah dilengkapi dengan saringan untuk melindungi radiator mesin. Bentuk blade yang melengkung menyebabkan material yang didorong menyebar lebih merata.

Gambar h. Buldoser dengan Sudu Landfill Blade

i. V-Tree Cutter Blade

Dirancang khusus untuk memotong semak belukar, pepohonan, dan sisa tunggul agar rata dengan tanah. Bilah ini membentuk huruf V dengan ujung pemotong yang bergerigi menyerupai gergaji.

Gambar i. Buldoser dengan Sudu “V” Tree Blade

j. Rake Blade

Bentuknya mirip garu yang bergerigi rapat; sudu bentuk ini digunakan untuk mencabut semak-semak, membuat akar pohon, memindahkan tunggul-tunggul kecil, memisahkan bongkahan batuan dan lain-lain.

Gambar j. Buldoser dengan Sudu Rake Blade

Sumber : Diktat Kuliah Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis, Sonny Wedhanto, 2009

Iklan

About rengkodriders

Sebaik-baik Manusia adalah Manusia yang bermanfaat bagi Orang Lain

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Full…

Blog Stats

  • 2,136,304 hits

Map

free counters

Now Online